Sunday, 7 May 2017

Menyambung Visa Ikut Suami/Istri di Malaysia di Jabatan Imigresen PKNS Shah Alam

Assalamualaikum Wr. Wb. & Selamat Pagi Teman Teman...

Di postingan sebelumnya saya sudah share info mengenai pengalaman mengganti paspor di KBRI Kuala Lumpur, kini saya lanjutkan dengan cerita menyambung Visa/Permit ikut pasangan (Spouse's Visa) di Jabatan Imigresen Shah Alam yang bertempat di PKNS Mall Shah Alam, bulan lalu. Hal ini wajib saya lakukan sebagai warga negara asing yang tinggal di Malaysia, jika tidak maka saya dikategorikan sebagai imigran ilegal. Tentu ada sanksi/hukum pidana yang bakal menimpa saya jika saya tidak memperbaruinya.

Ada banyak lokasi jabatan imigresen di Malaysia, namun setahu saya tidak semuanya terdapat kantor pelayanan pembuatan visa ijin tinggal/kerja untuk warga asing.  Lebih lengkapnya kamu bisa merujuk pada link ini : alamat & lokasi jabatan imigresen di seluruh Malaysia . Jika ingin tahu jabatan imigresen tersebut dapat mengeluarkan visa atau tidak, alangkah baiknya kamu telpon dulu sebelum sampai ke lokasi.

Jika sudah tau kemana harus pergi, maka segera persiapkan dokumen-dokumen yang diminta. Namun ada beberapa perbedaan (kop surat/head letter) borang/formulir "surat akuan masih berkahwin" di setiap jabatan imigresen. Kamu bisa googling dulu memastikan formulir yang kamu bawa sesuai dengan jabatan imigresen yang akan kamu datangi. Untuk yang saya jelaskan dibawah ini adalah pengalaman saya di Jabatan Imigresen PKNS Shah Alam. Kamu bisa naik bus datang kesini atau KTM turun di stesen batu 3 lalu naik taksi. Dan pastikan kamu datang pagi hari jika ingin pulang lebih awal dan mendapat nomor antria terdepan.

Silahkan disiapkan sesuai list di bawah ini :
  1. Mengisi formulir permohonan (borang 38 dan borang 55). Bisa download disini, namun abaikan surat akuan yang terdapat kolom foto jika anda mendaftar di Jabatan imigresen di luar Kuala Lumpur. Karena masing masing jabatan imigresen mempunyai kop surat akuan/head letter sendiri. download borang 38 & 55 dan surat akuan sumpah
  2. Membawa Paspor Asli & fotokopi 1 lembar. (halaman depan).
  3. Membawa IC Asli pasangan anda & fotokopi 1 lembar.
  4. Membawa Surat Nikah Asli yang dikeluarkan pemerintah Malaysia & fotokopi 1 lembar.
  5. Fotokopi Visa/Permit yang masih berlaku 1 lembar. Anda harus memperbarui visa tersebut sebelum tanggal berakhir (paling cepat 2 minggu sebelumnya). Jika tidak, uang jaminan belum tentu dapat diambil kembali dan bisa jadi untuk dapat visa baru akan sulit karena jika anda mengurusnya sesudah jatuh tempo maka dikategorikan imigran gelap, sekali lagi jelas ada sanksi pidana/hukum atas itu. Jangan khawatir 2 minggu awal itu akan ditambahkan ke masa tinggal di visa yang terbaru. Jadi tidak ada yang dirugikan dalam pengurusan visa yang lebih awal.
  6. Pas Photo anda & pasangan anda masing masing 1 lembar (jika mendaftar di Jabatan Imigresen Kuala Lumpur).
  7. Surat Pernyataan masih resmi menikah (akuan sumpah masih berkahwin) yang distempel oleh Pesuruhjaya sumpah (notaris), surat pernyatan tersebut dapat diambil di kantor Imigrasi yang anda tuju.
  8. Wajib datang bersama pasangan di pesuruhan jaya sumpah dan di loket Imigrasi.
  9. Lebih detail kamu bisa ikuti link ini : syarat memperpanjang visa ikut suami/istri (spouse's visa)
Nah jika semuanya sudah lengkap, maka berantrilah di loket pengambilan nomer. Antriannya nampak panjang hingga keluar ruangan karena memang ruangannya kecil. Dan jika sudah lengkap dan diverifikasi maka petugas akan memberikan nomor antrian yang sudah distempel. Karena waktu itu saya membawa surat akuan imigresen KL, maka petugas menggantinya dengan surat akuan imigresen PKNS. Lalu kami berdua bergegas ke suruhanjaya sumpah.
Suasana di dalamkantor notaris (suruhanjaya sumpah) antri sambil duduk alias serkong = geser bokong hehe, semua hadir bersama pasangan karena memang kebijakan pemerintah seperti itu. Biaya untuk jasa ini RM10.
Setelah surat akuan tadi di stempel, maka kembalilah masuk ke dalam ruangan sambil menunggu nomor anda dipanggil. Sempit tapi lumayan adem.

Akhirnya tiba masanya giliran saya. Awalnya saya datang sendiri ke loket, rupanya si petugas perempuan ini bertanya dimana pasangan saya. So, memang keduanya harus datang menghadap ke loket. Lalu saya mencoba mengajukan permohonan visa selama 5 tahun, rupanya tidak disetujui dengan alasan (1) baru menggunakan visa 6 bulan, (2) belum mempunyai keturunan yang lahir di Malaysia. Jadi hanya disetujui memperpanjang visa 1 tahun saja, dengan biaya RM105/tahun. Entah alasan itu subyektif atau objektiv. Wallahua'lam..

Setelah dinyatakan layak memohon perpanjangan visa & telah melakukan pembayaran sesuai yang ditentukan, maka paspor anda akan ditahan oleh petugas dan mendapatkan "tanda terima" yang wajib dibawa saat pengambilan paspor & permit nanti. Petugas akan menginformasikan tanggal berapa & pukul berapa anda harus datang mengambil. Biasanya prosesnya 3 hari kerja, jika saat itu dilayani oleh loket di sekitar siang hingga sore hari maka anda juga akan dimohon datang pada sore hari. Karena saya hari itu datang pada Rabu 26 April dan dilayani oleh petugas setelah sholat Dzuhur, jadi saya wajib datang kembali pada Jumat 28 April sekitar pukul 16.00.
Ini contoh tanda terima yang wajib kamu bawa nanti saat mengambil paspor dan permit.

PENGAMBILAN PASPOR
Jumat 28 April itu saya datang lebih awal, yaitu pukul 15.20 di PKNS karena saya juga ingin kembali awal guna menghindari kemacetan di jalan sekitar PKNS dan highway. Rasanya sya tak perlu menunggu hingga 16.00 untuk mengambil paspor saya. Nah untuk mengambil paspor, kamu wajib masukkan surat tanda terima yang kamu bawa ke dalam bakul merah yang diletakkan di meja nomer antrian. Setelah bakul merah itu penuh, nanti akan ada petugas yang membawa masuk bakul tersebut ke dalam loket yang kemudian akan memanggil nama anda.
Nampak seseorang pengunjung sedang memasukkan surat tanda terima ke dalam bakul merah di kaunter nomor antrian.
Saat mengambil paspor kamu akan mendapat uang kembalian jika saat itu kamu membayar lebih. Juha mendapatkan resit/kwitansi pembayaran yang menjelaskan uang RM105 dipergunakan untuk pelayanan apa. Waktu itu saya membayar RM110, jika uang kembaliannya RM5.

PASTIKAN : Nama yang tertera di sticker visa sesuai dengan nama kamu di paspor.Nah begitulah cerita singkat dari saya mengenai pengalaman memperpanjang visa iku pasangan (Spouse Visa) di Jabatan Imigresen PKNS Shah Alam. Semoga bermanfaat dan mungkin ada perbedaan pengalaman dengan yang lain. Sesungguhnya kesalahan itu milik saya, dan yang benar hanyalah Allah SWT. Sampai jumpa di lain cerita dan Wassalamualaikum wr.wb...

Saturday, 6 May 2017

Ganti Passport di KBRI Kuala Lumpur

Assalamualaikum Wr. Wb. & Selamat Malam Semuanya…

Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang taat administrasi di manapun berada wajib mengganti paspornya 6 bulan sebelum expired date atau sebelum halamannya habis. Itu pun jika yang bersangkutan masih ingin mempunyai paspor untuk keperluan berpergian/bekerja di luar negeri. Di kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman mengganti passpor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur (KL) bulan lalu.

Ini merupakan pergantian paspor saya yang ketiga kalinya dalam kurun waktu 6 tahun terakhir, dengan alasan halaman paspor sudah terisi penuh oleh stempel perjalanan dan sticker visa tourist di beberapa negara yang pernah saya kunjungi. Terlebih saya wajib memperbarui ijin tinggal (visa) di Malaysia sebelum 07 Mei ini. Jika misalnya sticker visa terbaru nanti sudah selesai maka akan ditempel di paspor yang lama yang tinggal 2 halaman saja. Otomatis saya kudu ganti passpor & sticker visa nya lagi, akan rugi waktu dan tenaga saya dalam pengurusannya.

Namun sebelum kamu pergi ke KBRI, pastikan semua dokumen yang asli dan fotokopiannya sudah lengkap sesuai persyaratan. Jika tidak membawa fotokopi dari rumah, kamu bisa fotokopi di KBRI tanpa dipungut biaya. Namun jika yang tidak dibawa itu adalah dokumen original, maka petugas tidak akan memberikan nomer antrian alias anda disuruh melengkapinya hingga lengkap. Berikut adalah dokumen yang perlu anda siapkan :
  1. Membawa paspor asli dan fotokopi 1 lembar.
  2. Melampirkan fotokopi izin tinggal/visa/permit kerja yang masih berlaku 1 lembar.
  3. Membawa dan melampirkan fotokopi IC dan permit masuk (untuk pemegang IC merah) 1 lembar.
  4. Membawa fotokopi IC majikan sebanyak 2 (dua) lembar (untuk pembantu rumah/baby sitter), surat rekomendasi dari perusahaan/universitas/sekolah (untuk expatriat/pekerja non expatriat/mahasiswa/pelajar) dan fotokopi Expatriate Card/Student Card (untuk expatriat/mahasiswa/pelajar).
  5. Membawa fotokopi asuransi dan mengisi kontrak kerja sebanyak 3 copy (untuk pembantu rumah/baby sitter).
  6. Fotokopi paspor kedua orangtua, surat lahir/sijil kelahiran, dan surat nikah orangtua (untuk anak dibawah umur 16 tahun).
  7. Fotokopi paspor/IC penjamin/suami 1 lembar dan surat nikah (untuk pengikut suami/istri) 1 lembar.
  8. Bila kelengkapan administrasi dianggap tidak memenuhi syarat maka petugas akan menjelaskan dan meminta pemohon untuk melengkapi dahulu persyaratan dengan dokumen yang dimaksud.
  9. Dan semua dokumen tadi tidak perlu distapler guna memudahkan petugas memverifikasi dokumen anda.
Pertama kali membuat paspor yaitu di Kantor Imigrasi Waru Sidoarjo, yang kedua di KJRI Johor Bahru. Maka yang ketiga ini saya mencoba pengalaman baru di KBRI Kuala Lumpur. Ya, sudah menjadi rahasia umum bahwa mengurus apapun di KBRI KL butuh kesabaran tingkat tinggi. Mengingat jumlah petugas & loket pelayanan yang tidak sesuai dengan ratio WNI yang datang kesitu. Apalagi waktu sudah mepet, so I have no choice. Then beginilah perjalanannya.

Pagi itu, Selasa (18 April) tepat pukul 7 saya bergerak ke KBRI. Saya yakin menuju KL di pagi hari sama dengan melatih kesabaran dikarenakan macetnya sudah tingkat dewa. Parking space mobil yang tidak terlalu luas di sebelah KBRI, juga biaya parkir serta tol yang jelas lebih mahal dibandingkan dengan naik sepeda motor memutuskan saya mengendarai roa dua membelah kemacetan ibukota Malaysia. Saya memerlukan waktu setidaknya 35 menit untuk sampai ke KBRI pagi itu. Sesampainya, saya sudah ditunggu tukang parkir India yang menagih uang RM3 atas lahan yang disewanya itu. Juga, antrian WNI di pagar KBRI untuk dilakukan checking terhadap barang bawaan mereka sebelum masuk ke dalam bangungan.
Nampak antrian WNI di tepi jalan raya yang akan diperiksa oleh security sebelum masuk ke dalam bangunan KBRI. Banyak calo di depan sini, dan tidak ada petugas resmi yang mengarahkan WNI.

Ada 2 pintu di KBRI, pintu sebelah kanan dikhususkan untuk para WNI yang ingin masuk mengurus SPLP dan WNI yang mengambil dokumen apapun yang sudah selesai prosesnya. Sedangkan pintu sebelah kiri dikhusukan untuk para WNI yang ingin mengganti paspor. Oya, karena diluar banyak calo, saya sarankan tidak perlu merespon segala penawaran yang dilakukan oleh calo, cukup senyum atau diam atau bilang saja terima kasih. Calonya edan-edan, mereka sanggup untuk menipu sesama WNI dengan mengatakan fotokopi di dalam KBRI dikenakan biaya, padahal GRATIS. Satu lagi, calo calo itu kebanyakannya juga WNI yang sudah lama tinggal di Malaysia dan punya kenalan orang dalam serta ada pengalaman dalam hal-hal seperti ini.

Setelah 15 menit menunggu dalam antrian penge-checkan barang, Alhamdulillah akhirnya saya berhasil masuk ke dalam KBRI. Sesuai prediksi, jadi hati ini tidak kaget kala melihat antrian untuk mengambil nomer giliran sudah mengular sangat panjang di dalam gedung. Baik itu pengambilan nomor urut untuk keperluan penggantian paspor maupun untuk pengurusan SPLP. Namun kali ini saya sedikit berbangga, karena sudah ada inisiatif berbeda dari pemerintah yaitu antrian nomor urut ini sudah dipisah antara lelaki dan perempuan. Jelas antrian tetap didominasi oleh kaum lelaki. Jika ada yang salah barisan antrian, maka security akan mengingatkan anda.
Lorong kiri adalah tempat antrian untuk laki laki, sedangkan lorong kiri untuk wanita. Pastikan anda berada di lorong yang benar.
Nampak antrian pengambilan nomor untuk layanan SPLP juga mengular sejak subuh.

Setelah 2 jam berdiri mengantri (sebentar kan??), akhirnya tiba giliran saya mendapatkan nomor antrian sekitar jam 10.00. Jelas antrian untuk kaum laki laki lebih lama karena jumlahnya lebih banyak. Jumlah loket juga 4 orang saja (masing-masing dua loket), kadang berkurang jadi 3 sesuai kesibukan si penjaga loket. Kalo anda membawa & membuat paspor pasangan atau anak kecil, silahkan 1 orang saja yang antri. Di antrian ini memang kudu extra sabar, kadang ada juga WNI yang pasang wajah ga bersalah karena memotong antrian hehe... Tegurlah mereka dengan sopan. Berbincanglah juga dengan orang-orang yang sedang antri supaya makin banyak kenalan dan menambah wawasan dari pengalaman mereka selama di Malaysia.
 Nah loketnya cuman meja gitu aja yang ditata memanjang, mungkin karena jumlah anriannya panjang sehingga tidak menggunakan loket yang sebenarnya.
Pastikan kamu membawa duit sesuai dengan passpor yang ingin kamu buat dengan merujuk pada tabel ini.
Jika semua dokumenmu valid dan lengkap, maka akan mendapatkan nomor antrian yang sudah distempel "DOKUMEN SUDAH DIPERIKSA" dari petugas. Saya datang sebelum jam 8, tapi sudah mendapatkan nomor hampir ke 300. Jadi tahu kudu dateng jam berapa hehe...
Itu antrian dibelakang saya hehe...masih ada sekitar 100 orang lagi untuk laki lakinya saja, perempuan sekitar 40 orang. Petugas loketnya juga tinggal 3 orang. Oh ya, ruang sholat ada di lantai 2 pada bangunan sebelah kanan gambar ini yang ada kipas anginnya.
Beginilah suasana ruang antrian loket. Penuh!! Setengah dari orang yang duduk ini adalah mengurus SPLP, dan setengahnya mengurus ganti paspor. Tapi jangan khawatir, kalo dulu pake kipas angin, sekarang udah full AC kayak bus Patas antar propinsi. Adem polll!
Jangan lupa melihat nomor giliran terkini yang dipasang di atas loket. Kalo rasanya masih lama mending tidak usah masuk, tapi kalo pengen ngadem di dalam ya silahkan.

Karena capek berdiri, saya mencoba nyari kursi kosong di tengah tengah para pengunjung. Sekitar pukul 10.30 WIB nomor antrian untuk paspor masih di angka 1056. Yang berarti masih ada sekitar 150 orang lagi yang harus dilayani sebelum saya. Bayangkan saja loket pelayanan dibuka jam 8.30 pagi tapi masih 56 orang yang dilayani. Asumsi saya berarti sekitar 8 jam lagi nomer saya akan dipanggil menuju loket atau sekitar jam 18.00. Terus mau ngapain 8 jam di dalam ruang antri?? Ya akhirnya saya putuskan untuk keluar ruangan, sekalian cari makan dan solat.
Alhamdulillah dapat kursi juga walopun cuman duduk sebentar. Tuh lihat nomor antriannya masih 1056. Sabar kan?

Untuk menuju ke kantin tidaklah susah, cukup jalan aja ke bagian belakang KBRI lalu naik 1 tangga saja. Tapi naik tangganya rada susah karena banyak orang yang merokok berdiri di tangga situ, jadi tangga makin sempit. Dan jangan sampai tanganmu terkena rokok para perokok yang berdiri disitu. Karena di kantin memang dilarang merokok, walopun ada juga yang masih bandel nyuri nyuri tempat. Suasananya mirip banget kayak di terminal di Indonesia hehe. Hanya ada sekitar 5 gerai yang menjual jenis makanan khas Indonesia. Namun soal harga dan rasa tetap masih enakan beli di Indonesia hehe...
Kursinya tidak banyak, mungkin tdk lebih dari 50 orang. Kamu harus antri dulu, menunggu mereka yang sudah makan meninggalkan kantin (itu pun kalo mereka ga egois) hehe...
Sebenarnya ada tempat yang kosong dan nyaman yaitu ruangan untuk staf. Istimewa kan?Harusnya ini bisa dipakai oleh umum jika bukan jam istirahat staf, uang untuk sewa ini pun dapatnya juga dari WNI. Tapi ya sudahlah ga perlu dibahas.
Foto ini diambil di depan ruang staff.

Ga mungkin juga kan mau nongkrong di kantin selama 8 jam, kasihan yang mau makan tapi tidak ada tempat. Bayangin aja kalo 100 orang WNI lapar dan pengen makan di kantin, terus gimana penanganannya? Tapi saya memilih disini karena saat itu kebetulan hujan lebat, mau makan di warung sebelah bangunan KBRI juga pasti kehujanan. Dikantin sebelah KBRI juga jualan makanan-makanan khas Indonesia walaupun tidak sebanyak di kantin KBRI. Tapi ya sudahlah, ga usah dibahas hehe...

Setelah berada di kantin selama tidak kurang dari 1 jam akhirnya saya memilih kembali menunggu di dalam ruang tunggu atas dasar toleransi dan tau malu. Dan saya membunuh waktu di dalam ruang tunggu dengan ngobrol dengan para WNI yang lain. Ya Alhamdulillah, akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga, perkiraan saya pun mendekati tepat. Jam 18.00 kurang 10 menit petugas memanggil nomer saya untuk bergegas datang ke loket 21. Pelayanannya juga tidak terlalu lama sebenarnya, mungkin sekitar 10 menit dengan menjawab pertanyaan pertanyaan petugas soal data diri, pembayaran, dan juga untuk diambil foto menggunakan kamera DSLR.
Setelah semuanya lengkap, maka kamu harus membayar sesuai dengan paspor yang kamu inginkan untuk mendapatkan kwitansi pembayaran. 

Setelah itu kamu diwajibkan mengambil paspor dalam setelah prosesnya selesai dalam 4 hari kerja serta diberitahukan jam berapa datang ke KBRI agar tidak menunggu terlalu lama. Jika paspor lama dan kwitansi sudah berada di tangan kamu dan tidak ada pertanyaan lagi, maka dipersilahkan pulang. INGAT : Jangan sampai kwitansi dan paspormu yang lama hilang atau tidak terbawa.

PENGAMBILAN PASPOR
Untuk pengambilan paspor jelas saya tidak perlu datang pagi pagi sekali, karena memang jadwal pengambilan paspor saya adalah jam 14.00. Namun saya perlu datang sebelum jam 14.00 untuk mengambil nomor antrian lagi, maka masuk saja ke dalam KBRI melalu pintu sebelah kiri. Lalu guna mendapatkan nomor antrian kamu perlu menggunakan mesin yang diletakkan di sekitar pintu kaca bagian pengambilan pasport. Katanya sih mesin ini baru saja digunakan di KBRI.

Ada 2 mesin disitu. 1 mesin dijaga petugas, 1 lagi tidak dijaga. Caranya mudah : cukup scan saja barcode yang tertera kwitansi pembayaran yang kamu bawa, nanti otomatis data kamu akan muncul di monitor komputer yang ada disitu. Jika sesuai maka tekan enter untuk mendapatkan nomer antrian dan dipersilahkan duduk di ruang tunggu. Namun jika kamu sibuk dan ika tidak bisa mengambil paspor pada hari yang tertera pada tanggal maka kamu bisa mengambilnya di kemudian hari.
 Ini komputernya scan untuk nomor antrian pengambilan paspor. Jika tidak tau penggunaannya silahkan bertanya pada petugas yang berjaga disitu.
Perhatikan layar monitor di loket ini dan dengarkan panggilannya, pastikan kamu jangan sampai tertidur atau tidak ada di tempat.

Proses dan sesi pengambilan paspor ini tergolong cepat, saya hanya menunggu sekitar 30 menit untuk dipanggil dan mengambil paspor saya. Kamu hanya perlu menunjukkan nomor antrian lalu paspormu yang lama akan digunting oleh petugas. Jelas kan?? Ok. Demikian cerita dari saya, semoga bermanfaat dan menambah referensi teman teman semua yang berenana mengganti paspor di KBRI KL. Sampai jumpa di lain kesempatan. Segala yang benar milik Allah, yang salah hanyalah saya semata. Wassalamualaikum Wr.Wb.