Thursday, 19 January 2017

Barang atau Tas kamu kena tahan di KLIA2 ?? Begini cara nebusnya

Assalamualaikum Wr. Wb.

Entry ini dikhususkan bagi siapa saja yang tidak ingin punya pengalaman kurang menyenangkan di bandara KLIA 2 Malaysia alias barang bawaan (tas/bag) kena tahan, dan juga bisa jadi referensi buat kamu yang mungkin sedang mengalami masalah ini. Tapi kalo bisa dihindari aja hehe, walopun sebenarnya mudah dan cepat mengurusnya.

Nah ceritanya begini. Ada 2 koper di rumah saya Surabaya, masing-masing berisi atribut suporter Persebaya Surabaya (Bonek). Karena belum sempat mudik ke Surabaya dan barang-barang tersebut tadi perlu segera sampai ke Malaysia, maka saya minta tolong teman saya yang punya perjalanan ke Kuala Lumpur supaya membawa tas saya sekali.

Nah, akhirnya pada tanggal 16 kemarin si teman meminta tolong om-nya yang punya jadwal terbang ke Kuala Lumpur jam 09.00 WIB dengan menggunakan maspakai penerbangan Asia Udara. Jelas bahwa maskapai ini akan landing di KLIA 2. Diperkirakan pukul 13.30 waktu Malaysia, dia beserta istri & 2 tas saya sudah mendarat di KLIA.
Penambahan bagasi 25 kg di maskapai Udara Asia dikenakan charge Rp.400 ribu.

Eh, lha kok tiba-tiba jam 3 sore dapat kabar kurang enak dari teman kalo 2 tas yang dibawa om-nya telah ditahan oleh kastam (bea cukai) airport KLIA2. 2 tas yang dimaksud itu ya tas saya tadi. Saya segera hubungi si om, dia bilang bahwa tas ditahan karena membawa barang yang belum dikenakan cukai. Dan untuk melakukan pembayaran & perkiraan cukai on the spot, diperlukan invoice/kuitansi pembelian barang tersebut.

Karena memang tidak bawa invoice dan dia tidak mendapat kabar dari teman saya yang saat itu telat merespond telepon dari omnya, diputuskan tas nya ditinggal di kantor kastam KLIA2. Sebagai bukti bahwa tas itu resmi ditahan oleh pihak kastam, maka si om diberi surat (receipt) dari kastam bahwa 2 tas tersebut bisa diambil jika sudah melakukan pembayaran sesuai Undang Undang Kastam Malaysia mengenai jumlah dan jenisnya.
Ini contoh surat (receipt) barang yang dikeluarkan oleh Kastam KLIA2 jika menahan barang penumpang yang belum membawa membayar cukai/tax. Ditulis disitu bahwa saya diberikan waktu 30 hari untuk melakukan penebusan, jika tidak maka akan "dilucutkan".

Akhirnya tanggal 16 Januari pukul 22.30 saya bertemu si om di daerah Chow Kit Kuala Lumpur dan mengambil receipt-nya. Lalu, dia bercerita bahwa sebenarnya dia mau membayarkan cukai namun karena tidak ada invoice pembelian maka si petugas kastam pun tidak bisa menaksir berapa jumlah yang wajib dibayar. Dan akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk menahan tas tersebut.

Nah, pada tanggal 17 Desember pukul 10.00 saya bergerak dari rumah menuju KLIA2. Jam operational kantor ini tertulis dari jam 08.30 sampai 16.30 di hari kerja.  Lalu bagaimana cara mengambil kembali (menebus) tas yang sudah ditahan oleh Kastam KLIA 2? Ikuti tips berikut ini :

1. Pastikan kamu mendapatkan surat (receipt) penahanan tas, karena surat itu adalah syarat utama menebus selain daripada uang hehe... Jangan sampek nggak bawa, hilang, sobek pada bagian bagian surat yang mengandung informasi penting mengenai barang yang ditahan. PENTING : BOLEH JUGA DIWAKILKAN, YANG PENTING BAWA SURAT INI.

2. Pastikan kamu membawa document pribadi yang valid, karena ini urusannya dengan pihak kastam dan keamanan airport.

3. Bawa duit yang cukup, kecuali kamu mau kesana untuk melakukan transaksi tawar menawar ya silahkan hehe...

4. Jangan sampai salah airport ya, karena masing masing aiport punya kantor Kastam. Kamu bisa melihat alamat kastam yang menahan tas kamu pada kop surat (receiptnya) yang saya saya sebutkan pada point 1 diatas. Karena tasa saya kena tahan di KLIA2 so saya akan cerita untuk case di KLIA 2 saja. Yang KLIA1 mungkin sama prosedurnya,

5. Setelah sampai KLIA2, pergi ke counter information dan tanya mengenai lokasi loket security airport meminta pass (kartu) masuk ke kastam untuk menebus barang. Loket tersebut terletak di lantai 3 (berdekatan dengan Dunk*n Donuts).

6. Jika sudah sampai loket security, kamu akan dikenakan tiket masuk sebesar RM2.12 termasuk GST 6% sen dengan wajib meninggalkan identitas yang dipunyai. Baru setelah itu akan mendapat Pass Card.
Kamu wajib menyerahkan ID Card/Passport kamu kepada petugas security airport dan membayar RM2.10 sen guna mendapatkan pass masuk dan bukti pembayaran. Setelah urusan selesai, kamu wajib mengembalikannya pass card & mengambil ID card kamu.
Juga dapatkan gelang kertas menarik yang akan dipasangkan oleh petugas. Gelang ini tidak bisa dipakai untuk masuk ke Universal Studio atau pun Dufan. 😂

 7. Setelah mendapat Pass Card, silahkan turun ke kantor Kastam di Lantai 2 dengan menunjukkan surat yang kamu punya, invoice & pass card tadi di counter information. Oh iya pass masuk tadi harus disentuhkan ke mesin gate agar palangnya terbuka. (Ga saya foto & saya percaya kalo teman-teman tidak ndeso) haha

8. Lalu silahkan tanya kepada petugas terdekat yang ada disitu dimana tempat untuk mengambil barang bagasi yang telah ditahan oleh kastam, nanti dia akan bantu assistance.
 Inilah kantor Kastam di KLIA2, tas kamu semuanya diletakkan disini dengan diberi tag, nanti akan ditanya mengenai detail kejadian saat tas ini ditahan.

9. Setelah itu kamu dan tas kamu akan dibawa ke loket pembayaran yang letaknya di luar kantor ini (sebelah mesin scanner tas penumpang saat keluar baggage hall). Oh iya, di salah satu sumber yang saya baca jika total barang bawaan yang kamu beli tidak lebih dari RM500 maka tidak akan dikenakan tax/cukai. Cuman saya kesusahan mendapatkan info ini di web resminya : http://www.customs.gov.my/ms/cp/Pages/cp_hepe.aspx

 10. Setelah melakukan pembayaran, kamu akan mendapat invoice seperti ini.
Dengan mendapatkan resit ini berarti kewajibanmu sudah tunai. Jangan lupa naik ke lantai 3 untuk mengembalikan Pass Card tadi.

11. Jangan lupa gunakan trolley kalo memang bawaanmu banyak. Total waktu yang diperlukan untuk mengurus ini sekitar 1 jam.
Alhamdulillah, 2 tas saya selamat sampai tujuan tanpa sedikit pun berkurang isinya, sebab sudah dikunci lagi oleh Om teman saya hehe...

Demikian sharing saya mengenai pengalaman menebus tas yang ditahan Kastam Malaysia di KLIA2. Setiap case mungkin mempunyai tips yang berbeda dan mungkin saja situasi & mood petugas kastam juga berbeda. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di cerita lainnya...

Wassalamualaikum. Wr. Wb... 👋👋👳

Wednesday, 11 January 2017

Sesuaikah Tiket Terusan untuk Bonek?

Assalamualaikum & Selamat Malam...

Berhubung ada permintaan dari admin twitter +Emosi Jiwaku siang tadi dan sudah saya ulas di twitter juga, maka sekalian coba saya tuliskan di blog saya. Sorry rada lambat respondnya soalnya ada kewajiban negara yang harus diselesaikan hingga ba'da isya sesuai tahun berdirinya Persebaya 19:27 WIB haha...
Enak-enak kerjo kok moro-moro dimention ngene, nggarai uwong kelabakan ae hehe...

Baiklah, saya coba nurutin dan membantu perintah mimin mengulas sedikit tentang konsep tiket terusan (season tickets) sesuai pengetahuan & pengalaman saya. Konsep ini sedang ramai dibicarakan oleh Bonek dalam rangka memberi masukan kepada management mengelola tiket Persebaya di divisi utama musim ini. Sekali lagi saya bukan pakar ahli (alias cuman Bonek Biasa) soal tiket terusan ini & ada banyak yang lebih pengalaman dari saya.

Tiket terusan dalam sepakbola adalah tiket yang dapat digunakan untuk menonton pertandingan kandang tim yang kamu dukung selama 1 musim. Jadi kenapa hanya berlaku di kandang saja dan tidak berlaku di laga tandang? Ya karena bukan dapurnya si klub yang kamu dukung. Misalnya permasalah quota, profit sharing, perbedaan kebijakan klub, dll. Kecuali ada kesepakatan tertentu dengan Football Association negara tersebut.

Tiket terusan ini biasanya tidak dapat digunakan nonton laga kandang selain daripada liga atau kompetisi reguler. Contohnya : FA Cup, Friendly Macth, Eksebisi, Charity Match, atau event/cup2 yang lain walaupun klub yang kamu dukung melaju hingga ke babak final. Kecuali ada remark / rewards khusus dari managemen klub yang diinformasikan bahwa dapat digunakan diluar daripada liga.

Pemegang tiket terusan biasanya sudah mendapat nomor kursi tetap selama 1 musim di stadion kandang atau bisa juga menonton di sektor / tribun yang tetap. Tapi lagi-lagi itu semua itu bisa saja berubah tergantung kebijakan dari masing-masing klub, misalnya tiket terusan bisa dipakai oleh orang lain, dll.

Soal value & harga, tiket terusan harganya biasanya lebih murah jika dikomparasikan dengan tiket satuan (eceran) dikali dengan jumlah pertandingan 1 musim. Dan, bentuk & wujudnya juga berbeda-beda. Ada yang berbentuk seperti kartu ATM, ada yang berbentuk seperti tiket biasa dengan seukuran foto 3R, ada yang berbentuk kupon dll.

Saya pernah menggunakan tiket terusan untuk pertandingan Selangor yang ukurannya 3R (ukuran foto), terbuat dari bahan karton. Disitu terpampang jadwal kandang Selangor selama 1 musim. Petugas akan melubangi tiket tersebut dgn alat "plong" saat masuk stadion pada setiap pertandingan yang didatangi oleh si pemegang tiket terusan. Tidak tertulis nomor kursi, nama, nomor Identitas, dan bisa digunakan oleh orang lain.
Kalo yang ini adalah undangan full season untuk VVIP.

Namun bisa saja kondisi ini berbeda di klub lain, misalnya di Selangor (lupa saya gambarnya pernah saya upload dimana) atau bahkan di liga eropa. Manchester City misalnya, tiket terusan mirip dengan ATM Card namun tertera dengan jelas nama pemilik, seat, gate entrance, flow dll. Dan sepertinya tidak dapat diwakilkan.
Ini Season Tickets Manchester City yang saya ambil dari mbah gugel.

Keuntungannya apa tiket terusan ini kepada pengguna? Selain harga yang lebih murah, pengguna tiket terusan terbebas dari praktek percaloan, tidak perlu khawatir kehabisan tiket saat bigmatch, serta akan masuk dalam database management klub. Sehingga jika ada program / promosi yang berkaitan dengan klub, bisa jadi merekalah yang akan mendapat prioritas / info terlebih dahulu.

Di Malaysia, setahu saya JDT & Selangor sudah melakukan praktek ini beberapa tahun terakhir. Jangan ditanya kalo di Eropa. Herannya konsep seperti ini baru terpikirkan oleh PSSI dan management klub di Indonesia hehe... Apakah memang budaya suporter di Indonesia atau Bonek sudah mulai sesuai dengan konsep ini? Silahkan anda nilai sendiri.
Nah yang ini season tickets untuk klub JDT Malaysia tahun 2017, mereka mengeluarkan 2 type yaitu Gold Card & Platinum Card.

Kalo saya, saya memang tidak akan membeli tiket terusan. Ya karena posisi saya yang jauh dari Surabaya walopun tidak ada masalah dengan harga yang ditawarkan. Namun jika tiket terusan diaplikasikan untuk suporter kelas pelajar, maaf bukan bermaksud meremehkan, harganya akan sulit dijangkau. Kecuali memang si pelajar berasal dari background keluarga middle to high.

Sedikit berbagi info & gambaran mengenai harga tiket liga Inggris musim kemarin. Sangat tidak arif rasanya jika dibandingkan dengan Indonesia. Rata-rata harga termahal pertandingan Liga Primer meningkat 12% sejak tahun 2011, kini £56,63 atau sekitar Rp.1.109.000. Namun harga ini masih lebih murah dibandingkan harga tahun 2012 yang mencapai £59,42 (Rp.1.164.000).

Sedangkan untuk tiket termurah, rata-rata harganya meningkat 20% selama lima tahun terakhir dari £25,56 (sekitar Rp.500.000) di tahun 2011, menjadi £30,68 (sekitar Rp.601.000). Sementara untuk tiket terusan selama satu musim, harga termurah juga meningkat 16% menjadi £513,95 (sekitar Rp.10.000.000), dan harga tiket termahal juga meningkat 9% menjadi £886,21 (sekitar Rp.17.300.000).

West Ham menjadi satu-satunya klub yang menurunkan harga tiket mereka untuk musim ini sehubungan dengan kepindahan mereka ke Stadion Olimpiade. Sedangkan Arsenal, Manchester United, Newcastle, Norwich dan Swansea tidak menaikkan harga. Lain dengan Liverpool yang tadinya berencana menaikkan harga akhirnya membatalkan kenaikan itu sesudah adanya protes dari para fans.

Harga-harga tiket klub Liga Primer Inggris
Klub mana yang menjual tiket terusan paling mahal?
1. Arsenal - £2.013 (sekitar Rp.39.400.000)
2. Tottenham - £1.895 (Rp.37.130.000)
3. Chelsea - £1.250 (Rp.24.500.000)
4. West Ham - £955 (Rp.18.700.000)
5. Manchester United - £950 (Rp.18.600.000)

Tiket terusan paling murah?
1. Stoke - £294 (Rp.5.760.000)
2. Manchester City - £299 (Rp.5.860.000)
3. Aston Villa - £335 (Rp.6.650.000)
4. Leicester - £365 (Rp.7.150.000)
5. Sunderland - £370 (Rp.7.250.000)

Siapa yang menjual tiket satuan dengan harga termurah?
1. £22 (Rp.430.000) - Leicester City
2. £23 (Rp.450.000) - Aston Villa and Crystal Palace
4. £25 (Rp.500.000) - Stoke, Sunderland, West Brom, West Ham

Klub yang harga tiket satuannya paling mahal?
1. £97 (Rp.1.900.000) - Arsenal
2. £95 (Rp.1.861.000) - West Ham
3. £87 (Rp.1.704.000) - Chelsea
4. £81 (RP.1.586.000) - Tottenham
5. £59 (Rp.1.155.000) - Liverpool

Cerita ini tidak bermaksud untuk memihak kelompok manapun yang mengusulkan konsep tiketing kepada management Persebaya. Hanya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan yang saya tahu. Namun yang pasti dengan membeli tiket terusan kamu sudah dapat memberikan sedikit gambaran jumlah penonton dalam 1 musim dan turut mensejahterakan Persebaya. Sekian dan sampai jumpa di cerita selanjutnya.
Wassalamualaikum...

Sunday, 8 January 2017

08 Januari 2017 wajib diingat Bonek

Assalamualaikum & Selamat Malam...

Hari ini, Minggu sekitar pukul 11.00 WIB di Hotel Aryaduta Bandung Indonesia, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyatakan bahwa Persebaya dipulihkan status keanggotaannya di PSSI di hadapan seluruh undangan Kongres PSSI. Sontak statement ini membuat hati para Bonek di seluruh dunia meledak gembira, termasuk para pecinta bola di tanah air, bahkan juga suporter di kawasan Asean. Nampaknya tanggal 08 Januari 2017 ini akan menjadi tanggal kedua yang selalu diingat Bonek setelah 18 Juni 1927.

Yah, perjuangan Bonek sejak 6 tahun lalu yang berdarah-darah membela Persebaya dari penindasan PSSI akhirnya berhasil. Terlalu banyak perjuangan yang mungkin jika saya ulas disini akan menghabiskan waktu seminggu untuk mengingat, menyebutkan, me-listing, lalu menuliskannya (ga hiperbola kan?). Mulai dari soal pengorbanan materi, waktu, hubungan keluarga & sosial, bahkan yang terakhir terjadi adalah 7 nyawa yang melayang. Tidak ada alat ukur yang dapat mem-value-kan perjuangan Bonek ini.
Salah satu perjuangan Bonek yaitu mendemo kantor AFC di Malaysia, yang saat itu tidak tegas menyikapi permasalahan sepakbola yang ditimbulkan oleh PSSI.

Proses perjuangan inilah sebenarnya yang menjadi perhatian para pecinta bola terhadap Bonek dan Persebaya. Publik sepak bola Indonesia tahu bahwa Bonek & Persebaya adalah korban dari ketidakbecusan organisasi sepakbola Indonesia dalam mengurus liga & segala persoalannya. Bukan hanya Bonek & Persebaya saja sebenarnya, bukan pula 7 klub yang menjadi kawan Persebaya & Bonek dalam periode perjuangannya, tapi hampir seluruh klub sepakbola Indonesia.

Hanya saja diluar 7 klub itu, klub mereka bernasib agak baik serta berada dalam zona nyaman dan aman. Kalo saja para suporter & manajemen tersebut terlalu bernyali kritis terhadap PSSI layaknya Bonek, diyakini klub mereka juga bakal menyusul dalam daftar blacklist PSSI. So, mau tidak mau ya harus nurut kebijakan PSSI dan dilarang protes kalo ingin klubnya selamat. Kalaulah protes, mungkin hanya melalui nyinyiran di sosial media, termasuk juga mendoakan Bonek & Persebaya.

Namun saya tidak akan membahas soal diatas terlalu jauh dan mendalam. Saya lebih ingin merefleksi kenikmatan perjuangan ini & hikmah dari tidak diakuinya Persebaya oleh PSSI dari perspektif saya pribadi. Agar menjadi referensi teman-teman Bonek termasuk saya untuk tidak jumawa pasca kemenangan melawan Penjajah Sepakbola Seluruh Indonesia. Keep Cool, Calm & Confident. *bukaniklanrokok

Tahun 1990 adalah tahun pertama kalinya saya menonton Persebaya. Saya tidak ingat Persebaya melawan klub mana & tanggal berapa. Yang saya ingat hanya Nenek saya tidak mengijinkan Pak'Lek mengajak saya sore itu ke Gelora 10 November menonton Persebaya lantaran terlalu bahaya untuk ukuran balita. Namun Pak'Lek saya bergeming & yakin "that everything gonna be OK".

Yah, Pak'Lek dan saya naik bemo dari  Karang Empat menuju Gelora yang jaraknya sekitar 3 KM, dekat kok. Bahkan lampu stadion gelora saja nampak jelas jika dilihat dari atas genteng rumah saya. Pak'Lek mendudukkan saya di pundaknya sambil berjalan memasuki lorong tribun sektor utama. Lalu saya tertidur di pangkuannya saat berada di stadion sambil memegang kacang dan sesaat terbangun kaget kala penonton lain berteriak.

Ingatan itu lalu membuat saya penasaran mengapa Embah saya melarang Pak'Lek mengajak saya dan pernah saya tanyakan kepada beliau. Dan dia menjawab "Bahaya, akeh tawuran, akeh copet, engko dusel duselan". Nah baru saya tahu bahwa menonton Persebaya itu beresiko tinggi. SD & SMP tidak pernah sekalipun saya nonton Persebaya langsung di stadion, apalagi waktu itu saya tinggal di Madura. Jelas ongkosnya mahal. Dan ayah saya lebih menggalakkan saya untuk mendengarkan RGS.

Barulah di masa SMA & kuliah saya rajin nyambangi Gelora, apalagi kalo bukan nonton Persebaya. Dan terus terang disaat ini lah juga saya mempunyai pengalaman buruk terhadap Bonek. Mulai dicopet di lyn WB oleh 3 orang yang mengenakan kaos Bonek saat menuju Gelora, kemudian helm ilang di parkiran Gelora, topi ilang saat berjalan di depan gelora & pemalakan.
Saya baru mengikuti komunitas Bonek saat berada di Batam, menambah seduluran & pandangan mengenai Persebaya. Dulunya hanya sebagai Bonek Eceran alias Liar hehe...

Belum lagi pengalaman yang pernah dialami oleh orang lain, misalnya ugal ugalan naik motor, pencurian barang yang ada di halaman rumah, pelecehan serta perusakan fasilitas umum. Semua itu sering terjadi saat Bonek mendukung Persebaya. Bahkan dulu saya selalu menasehati adik dan tante saya yang selalu pulang sore dari sekolah dan bekerja jika Persebaya bertanding agar mereka lebih waspada dan pulang lebih awal.

Namun bagi saya semua itu adalah konsekuensi sosial yang wajar terjadi dimanapun kamu menonton pertandingan sepakbola di Indonesia walaupun tidak semua terekspos di media. Namun dalam kurun waktu 6 tahun belakangan ini saya justru melihat pemandangan yang berbeda. Bahkan jarang mendengar berita negatif seputar ulah bonek terjadi di Surabaya.

Bonek yang dikenal sebagai suporter yang ganas perlahan berubah menjadi suporter yang lebih terdidik, kritis & melek bola. Hanya sesekali terdengar berita kurang sedap kala bertemu rival melintasi kota yang mempunyai basis massa Bonek yang banyak, serta vandalisme di stadion dan korban jiwa akibat minuman oplosan. Diluar berita itu adalah berita mengenai perjuangan heroik Bonek membela Persebaya.

Banyak kegiatan positif yang mereka gelar dalam masa "reses" ini. Mulai dari aksi damai Car Free Day, Seribu Lilin, Mendukung Timnas dimanapun berada, Membuat Event Eksebisi, pameran foto, dan yang terakhir adalah Parade Bela Persebaya. Sebenarnya masih banyak event-event lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu disini. Semua event seakan kontras dengan stigma negatif masyarakat terhadap Bonek. Bisa saya bilang 6 tahun ini adalah masa pendidikan & sekolah untuk Bonek. Nikmat kan?
Saya yakin bahwa stadion dapat menjadi tempat yang aman untuk para keluarga pecinta Persebaya.

Semoga dengan kembalinya Persebaya berkompetisi walaupun hanya di divisi utama, Bonek dapat mempertahankan "prestasi" ini dan tidak puas dengan pencapaian yang sudah dihasilkan. Masih panjang perjuangan dan banyak PR yang mesti diselesaikan oleh Bonek dalam mengawal Persebaya, terlebih PSSI masih diisi oleh orang-orang yang menipu Bonek & Persebaya. Bonek wajib menjadi barometer para suporter di Indonesia mencontohkan bagaimana caranya berjuang dan loyal terhadap klub-nya.

Stop Euforia yang berlebihan, jangan ada lagi perusakan & penjarahan, jangan lagi ada korban jiwa dari oplosan dan pertikaian, akhiri provokasi, tunaikan nazar yang kalian ucapkan seperti sebelum Persebaya belum diakui PSSI, perbanyak beribadah dan yang pasti tetap belajar menjadi suporter yang kritis dan berwawasan. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, semuanya akan bermanfaat pada waktunya (kayak ceramah ketum PSSI nih) haha...

Selamat Malam & Sampai Jumpa di tulisan berikutnya....
Wassalam....

http://kl.antaranews.com/m/berita/1504/andik-vermansah-bersyukur-persebaya-kembali-diakui-pssi

http://www.netralnews.com/news/bola/read/46916/bintang.timnas.indonesia.bersyukur.persebaya.kembali.diakui.pssi

https://www.google.co.id/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/01/09/099834172/persebaya-kembali-diakui-pssi-ini-kata-andik-vermansyah?client=safari

http://babe.news/id-id/read/10170510

http://www.arah.com/article/20070/andik-bersyukur-persebaya-kembali-berkompetisi.html

http://bola.bisnis.com/read/20170109/398/617876/persebaya-kembali-dari-malaysia-andik-bersyukur

http://www.pikiran-rakyat.com/olah-raga/2017/01/09/andik-vermansyah-berharap-persebaya-kembali-berjaya-390094

http://yontrisna.web.id/view/bola/2822335/andik_vermansyah_semoga_persebaya_melambung_tinggi.html

http://bola.liputan6.com/read/2822335/andik-vermansyah-semoga-persebaya-melambung-tinggi

Banyak lagi link-nya hehehe....

Friday, 6 January 2017

Konspirasi Merubah Takdir

Assalamualaikum & Selamat Malam…

Membaca judulnya jangan berharap bahwa artikel ini akan membahas soal tips jitu & motivasi hidup kayak Mario Teguh atau juga soal tulisan yang berbau politik, jauh banget dari itu. Artikel ini bisa jadi akan sedikit menambah pengetahuan kita mengenai tradisi & menyinggung sedikit soal parenting. Karena tradisi itu lah yang akan menjadi pertimbangan kepala keluarga untuk ikut merubah nasib sang buah hati sesuai kehendaknya.

Sebelumnya perkenankan saya menginformasikan kalo tulisan ini dibuat saat saya berada di Hospital Universiti Kebangsaan Malaysia (HUKM) di daerah Cheras Kuala Lumpur. Sambil menemani nyonya yang harus menginap disini (untung 1 hari aja), setelah pagi tadi Alhamdulillah lancar jaya melakukan minor operation. Di Wad Baldu 2, Lantai 7 tepatnya. Ga penting kan infonya haha…
Nah ini gambarnya kamarnya haha...

Jadi inspirasi menulis ini sebenarnya datang dari dokter yang menangani operasi nyonya saya, yaitu Dato Prof Zainul. Saat memeriksa kandungan nyonya saya kemarin (Kamis, 5 Januari 2017) dia menawarkan untuk memastikan sekali lagi melihat jenis kelamin apa yang bakal menjadi anak saya yang In Shaa Allah diprediksi akan lahir pada Mei mendatang. Lalu tiba-tiba dia bercerita begini.

”Kemarin saya habis menangani pasien orang chinesse secara normal (tanpa operasi), baru pertama kalinya beranak. Dia melahirkan 2 anak kembar laki-laki dan perempuan. Pada awalnya pantat si bayi perempuan yang bakal keluar duluan, tapi si bapaknya ga mau, di maunya bayi laki laki yang keluar duluan dari rahim istrinya. Ya saya dorong lagi akhirnya si bayi perempuan ini masuk, eh malah 1 kaki dari kedua bayi kembar keluar bersamaan. Ya akhirnya saya masukkan lagi kedua duanya. Sampai akhirnya si kaki bayi laki laki keluar”, begitu cerita Prof Zainul tertawa, sambil tangan kanannya memegang scanner tools.
Disinilah, di lantai 1, tempat dilakukan operasi yang berkaitan dengan kandungan.

Saya pun bertanya-tanya kenapa si bapak bayi tidak mau sampai anaknya yang perempuan lahir terlebih dahulu. Lalu akhirnya si Prof kandungan terbaik nomer 2 di Malaysia ini pun melanjutkan ceritanya. Bahwa pada saat usia kandungan si ibu memasuki 5 bulan, dia sudah menginformasikan kepada pasutri ini bahwa yang akan lahir sebagai kakak adalah si bayi perempuan.

Namun, sang ayah tidak setuju dengan skenario tuhan yang seperti ini. Dengan alasan bahwa jika bayi perempuan lahir duluan, maka warisan akan jatuh kepada si bayi perempuan ini, karena berstatus sebagai anak pertama. Artinya rejeki si bayi perempuan ini harus dialihkan kepada si bayi laki-laki. Ya mungkin sang ayah punya kalkulasi finansial atau Return of Investment yang menurutnya lebih baik di kemudian hari dengan cara seperti ini.

Maka diintervensinya rencana tuhan ini melalui si Prof dengan statement “Tolong anak laki-laki yang dikeluarkan pertama kali ya dok”. Mau tidak mau, demi customer satisfaction si Prof harus melakukan penanganan sesuai pesanan pelanggan. Dan kebetulan saat itu tidak ada resiko keselamatan yang harus ditanggung dari conspiracy kecil ini. Yah, Alhamdulillah kedua bayi itu lahir dengan selamat.

Alkisah, memang saya pernah mendengar & membaca bahwa dalam adat Tionghoa, warisan itu akan dibagikan hanya ke anak laki-laki saja, walaupun anak laki laki dari selir. Sedangkan anak perempuan dianggap sudah menjadi tanggungan suaminya (karena akan masuk ke keluarga suami dan akan keluar dari keluarga sendiri), maka tidak mendapatkan warisan. Dan zaman dulu sepertinya tidak mengenal surat wasiat, jadi yang bantu urusan administrasi bagi harta ini ya keluarga yang di hormati atau kepala kampungnya.

Walopun ada juga warisan yang dibagikan kepada semua anak tanpa memandang jenis kelamin. Baik laki laki dan perempuan sama rata. Ya bisa disimpulkan juga bahwa secara adat sih hukum waris tergantung dari kesepakatan dan keputusan keluarga. Namun nampaknya di Malaysia, umumnya masih menggunakan adat bahwa anak laki laki yang akan jadi jadi ahli waris sepenuhnya dan mempunyai kedudukan lebih tinggi dari anak perempuan.

Nah, belajar dari kisah di atas, membuat saya ingin belajar menyimpulkan bahwa kita bisa merencanakan hak & kondisi finansial anak kita sejak sebelum mereka lahir sesuai keinginan kita, tentu itu jika kita merujuk pada hukum adat yang berlaku. Namun sesungguhnya Allah-lah sebaik baiknya perencana dan yang maha memutuskan hal terbaik untuk umatnya. Dan sebagai muslim, wajiblah kita  merujuk pada ilmu faroidh (ilmu waris) yang sudah terang terang dijelaskan dalam Al-Quran. Wallahu A'lam Bishawab...

Sekian dan sampai jumpa di tulisan berikutnya...Wassalamualaikum...
Saya menulis di meja makan yang ada di samping kanan tempat tidur nyonya saya.

Sunday, 1 January 2017

Plan B : Starting the 2017 with a Motobike & Fun Futsal

Assalamualaikum & Selamat Tahun Baru 2017 Masehi buat teman teman yang merayakannya....

Mari kita mulai 2017 ini dengan ucapan Bismillahirohmannirohim dan menulis postingan...

Tidak ada dalam prinsip saya untuk merayakan tahun baru dan tidak perlu saya jelaskan juga mengapa saya punya prinsip itu hehe... Tapi yang pasti agenda liburan saya di moment tahun baru ini bisa dikatakan mbleset. Kenapa? Karena rencana trip adventure saya ke negeri gajah putih dengan 4WD terpaksa kandas. Itu setelah saya dikabari oleh nyonya kalo saya ada appointment dengan owner pemilik shoplot & jadwal medical check up di salah satu laboratorium tanggal 31 Decs kemarin 1 minggu sebelumnya. PUPUSSS deh my first ever cross country travelling by use own vehicle!!

Saya tahu bahwa akan terjadi kebosanan pada otak saya jika tidak ada aktivitas yang membuat saya sibuk dan tidak berguna untuk orang lain pada weekend session kali ini. Alhamdulillah... Kok ya ndelalah ada chat masuk di grup messenger FB untuk ngadain acara Fun Futsal pas malam tahun baru. Nggak mikir lama-lama ya saya iyain aja ajakan aktivitas positif ini menjadi Plan B saya di ujung tahun. Dengan alasan pasti banyak partisipan yang hadir di acara nobar beberapa minggu lalu yang akan menyaksikan pesta kembang api di KLCC.

Tempat biasanya yang kita sewa (The Z*n) untuk nobar sudah fully booked oleh komunitas photographer Indonesia di Malaysia, so dipilihlah Lembaga Getah Malaysia. Tempat lebih dekat dengan KLCC, pas di depannya, dengan harga sewa RM110/jam juga, namun view-nya sangat tidak bagus untuk melihat pesta kembang api karena tertutup oleh main building-nya. Ga masalah, yang penting tempat ini bisa menjadi tempat transit untuk mereka yang datang untuk melihat pesta kembang api itu. And fixed, poster was released 2 days before.

Jam sudah menunjukkan pukul 22.15 tapi saya masih ada di sekitar kawasan rumah karena baru pulang menghadiri ceramah taskirah Maulid Nabi dan ngajak dinner nyonya. Padahal kick off fun futsal jam 22.00, alhasil ya pasti molor sampai ke lokasi, belum lagi ditambah macet & nyari jalan yang ga ditutup. Estimasi paling cepat saya bisa menempuh perjalanan adalah 1 jam. Sementara di grup WA sudah banyak teman yang nanyain posisi saya dimana dan upload & share foto di FB.

Plan A sudah gagal, jangan sampai plan B juga gagal untuk kita nikmatin. Paling nggak bisa melihat teman teman ngumpul sambil makan makan, futsal dan nonton kembang api sudah sangat bisa menghibur saya & mengobati rencana liburan yang kandas. Untuk menyiasati kemacetan jalan di tahun baru kali ini, saya memilih mode trasnportasi sepeda motor menuju lokasi dan sekaligus menjadikannya perjalanan yang paling menantang saya dan nyonya selama di Malaysia.

Beginilah dekripsinya : Mengendarai sepeda motor jenis skuter matic dengan kecepatan max 90 KM/jam, cuaca hujan yang bisa datang sewaktu waktu, mobil-mobil besar dan kecil yang berkecepatan lebih dari 100 KM/jam  di ruas jalan sebelum masuk wilayah Kuala Lumpur, saya harus membonceng nyonya yang sedang berbadan dua dengan usia kandungan 5 bulan. Beresiko bukan? Dan Alhamdulilllah, rencana baik ini dimudahkan oleh Allah sampai akhirnya kita bisa menempuh perjalanan 30 KM ini dengan selamat walopun waktu tiba di lokasi adalah 30 menit sebelum 1 Januari 2017. Sayangnya saya tidak sempat merekam perjalanan ini.
Ada beberapa yang sudah pulang setelah perta kembang api berakhir, dan kami masih memilih berpikir untuk mendukung Indonesia pada Seagames 2017 Agustus nanti.

Dan TENG tepat 00.00 1 Januari 2017, pesta kembang api yang ditunggu tunggu ribuan umat manusia yang berada di kaki menara kembar akhirnya menggelegar dan menghiasi langit hitam. Maaf ndak ada foto & videonya, karena saya memang tidak berminat mengabadikannya hehe... Tak lama kemudian pesta kembang api yang berdurasi 10 menit itu akhirnya berakhir dan membuat teman teman kembali lagi ke lapangan futsal dengan perut lapar setelah asik bermain futsal selama 2 jam.  Namun kita lanjutkan acara dengan diskusi mengenai rencana pembuatan giant flag merah putih & temporary basecamp untuk SeaGames Agustus 2017 nanti.

Akhirnya acara memasuki sesi barter bekal. Sayang sesi ini tidak sesuai harapan, hanya kelompok kami saja & beberapa orang saja yang membawa "bekal makanan" (bukan mau undat-undat, tapi mencoba mengajarkan rasa fairplay). Namun untungnya inisiatif bonek mengkoordinir nasbung murmer walopun hanya memesan 30 bungkus dapat sedikit meng-cover kebutuhan perut partisipan yang hadir. Dengan hanya RM5/orang, nikmati nasi bungkus yang berisi nasi putih, srundeng, telur ayam rebus, bihun dan es sirap yang lezat. Ditambah lagi rasa kebersamaan yang tidak kamu dapatkan di tempat lain hehe... *bukan paragraf berbayar

Finally 01.10 AM, lampu lapangan harus segera dimatikan oleh Encik Sekuriti. Itu menandakan kita sudah disuir dari lokasi. Dan Alhamdulillah saya dapat sampai kembali ke rumah dengan selamat dan menempuh perjalanan dengan lebih cepat yaitu sekitar 1 jam saja diatas jalan raya yang basah setelah hujan deras di sebagian wilayah Selangor. Oh iya, Alhamdulillah dari acara ini terkumpul donasi dari seluruh teman-teman yang hadir sebesar RM370. Digunakan untuk pembayaran sewa lapangan RM330, sisanya akan dimasukkan dalam uang kas rencana pembuatan giant flag. Sekian cerita mengenai awal tahun 2017 kali ini, semoga berkenan dan sampai jumpa di postingan berikutnya...

Wassalamualaikum... 🙏😉
Seperti biasa, acara selalu diakhiri dengan sesi berfoto bersama walopun ndak semua partisipan bergabung.